Kemaren sempat membaca status teman di Fb tentang bagaimana beliau mengkondisikan putra beliau untuk menggunakan gadget terutama HP sesuai dengan kebutuhan, bukan sesuai dengan keinginan putra beliau. Dan sayapun terinspirasi untuk menuliskan cerita yang sama dengan beliau. Case yang sama dengan yang saya berlakukan di rumah. Anak-anak saya yang sekarang kelas 3 dan 4 SD pun tidak mempunyai akses sepenuhnya untuk HP dan laptop. Semua dalam lingkup sesuai kebutuhan.
Ada banyak pertanyaan pada awalnya ketika mereka masih kecil. Terutama ketika kami bertemu dengan keluarga dekat, orang tua teman-teman mereka, tetangga, dsb. Waktu itu, mungkin 3-4 tahunan. Mereka akan selalu menanyakan hal yang sama (hingga beberapa tahun yang lalu sebenarnya sih) “kenapa anak-anak yang lain diperbolehkan menggunakan HP dan bermain sepuasnya sedangkan mereka hanya diperbolehkan secukupnya saja”. Dan kamipun harus menjelasnya kepada mereka panjang dan lebar. Pertanyaan-pertanyaan yang seolah-olah adalah bentuk protes kecil dari mereka “kenapa mereka boleh, dan kami tidak boleh” adalah pertanyaan yang seringkali harus kami dapatkan dari mulut kecil mereka karena memang itulah peraturan yang kami terapkan untuk mereka. Seperti, menonton TV, main Hp, main komputer/laptop.
Kamipun tak segan akan menjawab dengan senyuman bahwa peraturan setiap keluarga berbeda-beda dengan tujuan yang berbeda pula. Karena kondisi setiap keluarga tidaklah sama. Sedangkan ayah dan bunda dirumah punya waktu untuk membersamai mas Zu dan dek Al untuk bermain, belajar, bercerita, jalan-jalan. Setiap keluarga punya alasan tersendiri, dan kita harus menghormati dan menghargai peraturan yang juga mereka terapkan untuk anak-anak mereka. Pertanyaan dan jawaban yang terkadang harus diucapkan berulang kali dalam sehari. Bahkan mungkin melebihi jatah makan tiap hari… wkwkwk
Bukan berarti Zu dan Al sama sekali tidak punya akses untuk Hp, laptop ataupun komputer ya. Merekapun bermain Hp tapi statusnya meminjam. Saya berikan akses untuk mereka, kadang chat WA dengan tati (eyang putri) dan tatung (eyang kakung) ataupun ayahnya ketika beliau sedang dinas luar kota. Terkadangpun saya instal game edukasi untuk mereka, ketika kami harus berkegiatan menunggu untuk mengurangi kebosanan mereka. Sedangkan untuk komputer, dl pas mereka masih kecil kami gunakan komputer untuk nonton film, atau video youtube. Sembari saya masak dan berkegiatan, dan merekapun dibolehkan untuk memilih sendiri video apa yang akan mereka tonton dengan batasan 1 – 2 jam sehari. Tapi ngga setiap hari juga sih.
Ketika Zu Al mulai sekolah, kami mulai perkenalkan kegunaan komputer yang lainnya. Semisal kita bermain sambil belajar menggunakan google maps untuk melihat lingkungan di bentangan dunia yg lainnya. Download game edukatif, menulis, menghitung dengan kalkulator komputer, dsb.
Nah, pas SD ini untuk menggali minat dan bakat mereka, saya coba untuk download program SCRATCH yang merupakan platform digital yang dikembangkan oleh MIT. Bagus banget sih kalau saya bilang, karena sangat user friendly untuk anak-anak. Mereka bisa melihat tutorial langsung dari youtube maupun dari website MIT untuk mencoba membuat code sederhana. Sempat saya coba ikutkan online course dari udemy.com. Dan mereka berhasil membuat 2 game dari tutorial online tutors. Dan beberapa hari kemaren mereka semangat membuat game sederhana flappy birds.
Selalu saya bilang kepada mereka, sebenarnya lebih asyik main game buatan sendiri lho. Pasti rasanya beda. hahaha… Emaknya modus, agar mereka lebih semangat berimajinasi membuat game yang lebih seru. Meskipun mereka asyik membuat game melalui laptop masing-masing, tapi tetap kamipun memberlakukan peraturan yang masih sama.
Syarat yang biasanya harus dipenuhi agar mereka bisa bermain laptop adalah membereskan mainan, buku-buku, menyelesaikan tugas mereka semisal membantu jemur baju, menata sandal, membersihkan sisa makanan, menata tempat tidur, menyapu, dan lain-lainnya. Intinya sudah cukup berbuat baiklah, baru bisa mendapatkan reward main Laptop dengan waktu 1 jam-an.
Notes nya : apabila main laptopnya lebih dari waktu yang ditentukan, besok2 tidak akan dberikan akses lagi. hahaha…. Dan Alhamdulillah lebih banyak tertibnya sih, meskipun kadang suka kelewat juga.
Pastinya tidak semua berjalan mulus ya, karena pasti akan ada waktunya anak-anak…. bertengkar, perang mulut, protes dengan peraturan yang sudah ditetapkan. Yah begitulah anak-anak. Sepanjang pendapat yang mereka utarakan masih masuk akal, kamipun pasti akan menerimanya meskipun melalui diskusi panjang.

Thanks for posting. I really enjoyed reading it, especially because it addressed my problem. It helped me a lot and I hope it will help others too.
I enjoyed reading your piece and it provided me with a lot of value.
There is definately a lot to find out about this subject. I like all the points you made
You’re so skilled!
Waw….Ibu Inspiratif selalu punya cara untuk Ngetreat KK Zu & ade Al….
Semangat terus mam untuk jadi Ibu yang Super dalam segala hal…
Maacih mam Arsya. Mama keren yg selalu ada buat Arsya